This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

White My Honey

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kenangan Djaman Doeloe

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Experience in Djokja

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

My love

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 13 Agustus 2013

catatan ramadahan


 “SAMBANG DAKWAH RAMADAHAN” Bersama IMAMA
oleh: Nikhayatus Sholikah*)
                Kamis, 01 agustus 2013. Di awal bulan ini IMAMA(ikatan mahasiswa magetan) menggelar acara pengajian umum “ sambang dakwah ramadhan 1434 H” di TPA desa kambingan, Takeran. Pukul 09.00 pagi saya sudah dijemput teman saya yang juga salah satu anggota IMAMA. Sesampainya dirumah kami  Sekedar ngobrol-ngobrol sembari  bersiap-siap menuju desa kambingan, Takeran. Tak lama saya segera berangkat menuju rumah ketua IMAMA.
                Intruksi dari ketua umum IMAMA pukul 10.00 berkumpul di rumahnya untuk persiapan pengajian pada malam hari nya. Dengan mengendarai sepeda motor  saya dan teman saya menikmati sepanjang perjalanan. Hanya butuh waktu 45 menit kami sampai di lokasi. Ternyata saya orang pertama datang. Setibanya disana saya diajak melihat tukang terop yang sedang memasang panggung.
                Hanya sebentar saya langsung kembali di rumah katua IMAMA untuk sekedar beristirahat karena cuaca yang sangat panas. Satu per satu anggota yang lain datang hingga semua terkumpul berjumlah 11 orang. Sehabis dhuhur kami membungkus jajanan untuk konsumsi sebanyak 500 bungkus karena rencananya mengundang seluruh penduduk desa kambingan yang berjumlah ± 500 orang.
                Kelihatanya sederhana namun cukup menguras tenaga juga. Meskipun banyak karena dikerjakan bersama pekerjaan pun cepat terselesaikan. Sore sehabis ashar sebagian dari kami ada yang memasang benne. saya bagian mengusung konsumsi bersama teman saya. dengan menggunakan motor berbolak balik kami mengantar konsumsi kerumah bapak Lasono (pengasuh TPA). Setelah semua terusung. Saya segera membersihkan diri.
                Tanpa pemberitahuan sebelumnya saya ditunjuk ketua IMAMA untuk menjadi pembawa acara. Saya meragukan kemampuan saya sendiri sehingga saya menolaknya. Namun, setelah saya pikir-pikir boleh lah dicoba. Hingga akhirnya saya mengiyakan. Memang salam ini saya masih kurang berpengalaman menjadi pembawa acara apalagi dihadiri ratusan orang.
                Tak terasa waktu sudah hampir magrib. Kami segera menuju rumah pak Lasono untuk berbuka puasa bersama. Setelah selesai kami menyegerakan sholat magrib sekaligus menunggu datangnya adzan isyak untuk melaksanakan sholat isak dan tarawih bersama warga takeran.
                Selesai tarawih kami segera mempersiakan  diri untuk bertugas mengisi pengajian. Saya sebagai pembawa acara yang masih belajar sedikit agak canggung karena belum pernah berhadapan langsung dengan lebih dari 500 orang di desa orang. Dengan bekal do’a tekat akhirnya saya beranikan untuk naik ke atas panggung. Serasa jantung mau copot (sedikit lebay ) tapi memang seperti itulah  yang saya rasakan. Awal membuka acara sangat tegang, namun setelah acara demi acara sudah terlewati  mulai terasa nyantai hingga tak terasa telah sampai pada acara inti.
                Untuk acara inti diisi oleh Bpk, KH. Jainuddin. M.si yang merupakan dosen IAIN sunan ampel surabaya. Beliau juga asli dari  magetan yang dilahirkan di desa temboro,Magetan.  sebuah desa yang terkenal sebagai desa unik dan kental akan religi. Hampir semua wanita baik tua atau muda  dari desa itu memakai cadar ( baju panjang disertai penutup wajah) laki laki pun berbusana jubah dengan kopyah dan tak jarang pula dibarengi dengan sorban.
                Dengan durasi 1jam setengah bapak narasumber memberikan tausiahnya yang berisi tentang 4 amal yang  paling disukai oleh Alloh swt. Salah satu nya yaitu  orang yang berpuasa. Dengan ceramah khas beliau diselingi candaan yang menghibur para hadirin menjadikan suasana pun semakin hangat. Hingga tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 11.00 dan do’a pun dipanjatkan setelah selasai bapak narasumber mengakhiri tausiahnya. Saya pun segera mengambil alih acara hingga menutupan .
                Lega rasanya berkat kerja sama dan kekompakan dari teman-teman IMAMA dan juga bantuan dari berbagai pihak membuat acara berjalan lancar. Selesai pengajian kami makan bersama dirumah salah seorang warga bersama bapak narasumber. Kami pun mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan baik untuk mengundang makan bersama secara gratis.
                Waktu pun terus berlalu dengan ditemani waktu yang semakin malam kami segera kembali menuju rumah ketua IMAMA untuk bermalam di sana. waktu tak memungkinkan kita untuk pulang karena terlalu beresiko apalagi untuk cewek, meskipun ada juga yang pulang dengan dijemput orang tuanya. Sebelum tidur kami masih harus rapat evaluasi yang saat itu pembahasan yang paling urgen yaitu mengenai dana. Karena tanpa disangka dana yang kita siapkan mengalami kekurangan hingga solusi terakhirnya dengan meminjam ke teman-teman anggota IMAMA.
                 Berhubung kami terlalu asyik mengobrol akhirnya kami berempat memutuskan untuk begadang, nonton film lewat notebook dengan ditemani camilan ala bioskop, teman-teman menyebutnya merning (jagung).  hingga sahur tiba mata kami pun belum merasakan ngantuk meskipun yang lainya sudah di alam mimpi. Hingga Saya bersama teman yang masih tahan melek membangunkan teman yang masih tidur untuk sahur. Fajar pun terbit teman saya pun mengambil air wudhu sedangkan saya bersih diri dan bersiap untuk pulang pagi karena dirumah ada acara khatmil qur’an dan saya harus membantu ibu di dapur.  Semoga berkah dan bermanfaat ! amien.:P
Nikhayatus .s. ( Anak Seberang Utara Tanah Magetan) 1AUGSTUS 2013

exsperiance


Menyelami Kehidupan Pulau Garam Bersama Teman- teman FKMB
Oleh: Nikhayatus s.*)
            Minggu, 14 juli 2013. Pagi itu menunjukkan pukul 06.00 saya bergegas menuju gerbang kampus menunggu teman teman dari IAIN berjumlah 9 orang. Salah dua dari kami ternyata sampai lebih awal. Mereka berdua mencari carteran len menuju kampus unair B, tidak begitu  lama akhirnya mendapatkan sesuai yang diinginkan. dengan ongkos Rp. 65.000,00 Tanpa basa basi kami pun segera berangkat menuju tempat tujuan. Dan ternyata teman teman dari kampus lain sudah menunggu dari 1 jam yang lalu.
            Tak terasa len yang kami tumpangi pun sampai di tempat yang kami tuju. Turun dari len suara yang pertama kali saya ucapkan adalah  permohonan maaf untuk  keterlambatan kami dan sekedar berjabat tangan sambil menyebutkan nama sebagai tanda perkenalan kami yang  belum pernah bertemu sebelumnya. Perjalanan tidak cukup sampai disitu, dengan berbekal do’a dan harapan agar selamat sampai tujuan  dengan  diselingi foto untuk dokumentasi kami segera naik truk TNI yang telah disewa oleh teman teman dari unair, kami segera berangkat menuju desa katol baat, bangkalan, Madura untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial yang dinamai “ BINA DESA”.
Dengan melewati jembatan suramadu yang juga merupakan salah satu simbol FKMB, kami menikmati perjalanan meskipun sebagian dari kami tertidur, menahan perut mules, mabuk dll. dengan kondisi jalan terjal penuh andrenalin sangatlah menantang. tibalah kami setengah perjalanan. Yang tidur biarlah tidur. Yang masih bertahan, kami manfaatkan untuk menyaksikan pemandangan asri nampak alami dan jauh dari polusi di setiap sudut perjalanan sambil menikmati guncangan truk kala melintasi polisi tidur berkali kali.
            Belum sampai lokasi, suasana dan budaya penduduk madura telah terlihat, di sepanjang perjalanan tak sedikit dari penduduk menyapa santun kami sebagai tanda kami diterima baik. Setelah 2jam dalam penantian akhirnya kami tiba dilokasi baksos. kami segera bergegas menurunkan barang barang bawaan yang tak sedikit, setelah itu sekedar beristirahat merebahkan badan sampai waktu menunjukkan pukul 15.00. selanjutnya kami tidak dapat bersantai lagi karena segudang kegiatan sudah  menunggu kami. Untuk  jadwal pertama kami yaitu pembukaan baksos yang dihadiri oleh pak kades desa katol barat beserta tokoh masyarakat. Acara pembukaan bisa dikataan lancar akan tetapi ada sedikit kendala karena agenda buka bersama penduduk tidak terlaksana lantaran miss komunikasi dari teman sesama FKMB. Saya sebagai koord. Sia acara merasa bersalah atas kejadian tersebut. dan berjanji untuk tidak terulang lagi.
            Malam pertama saya dan teman teman melaksanakan sholat tarawih bersama penduduk. merupakan pengalaman yang sangat menarik bagi saya. hari hari permulaan saya maknai dengan hari adaptasi. Tak mudah memang untuk melakukan penyesuaian di sebuah tempat yang belum pernah menginjakkan kaki di tempat tersebut sebelumnya apalagi Madura terkenal dengan penduduk yang menjunjung tinggi adat dan budaya serta  berwatak keras. Pada awal pertama kali mengalaminya,  saya  merasa kurang nyaman. Namun, itu hanya alasan dan  akan menghambat  proses perjalanan yang  menjadi sebuah cerita menarik nantinya.  Ya, saya hanya butuh waktu untuk terbiasa dengan keadaan dan kondisi di desa itu. Dalam jangka waktu 3 hari akhirnya masa masa adaptasi pun terlewati. Saya bersama teman teman yang lain seakan mulai menyatu baik dengan warga  bahkan alam disekitarnya.
            Secara garis besar agenda harian saya dan teman teman, pukul 30.30 sahur bersama. Hari pertama sahur saya sedikit dicengangkan dengan sepiring nasi yang terlihat keras karena belum matang, lauknya pun hanya mie instan, tahu dan tempe. Sebab kali pertama menyiapkan menu sahur sebagian teman yang bertugas menyiapkan makanan sedikit kuwalahan karena kompor gas yang digunakan memasak untuk 45 orang jumlahnya hanya 1 sehingga membutuhkan waktu yang lama. Nasi kurang matang pun menjadi menu spesial untuk hari pertama baksos.berhubung semua itu dirasakan bersama-sama membuat makanan seperti apapun terasa lezat.
            pukul 08.00 adalah jadwal mengajar di SD, SMP dan SMA. Kebetulan saya dipercayai untuk menjadi koord.mengajar SD. Hari pertama pun mengalami sedikit kendala karena ketidak jelasan surat izin yang diberikan kepala sekolah. Hal Ini dikarenakan kepala sekolah di SDN 2 katol barat selama ini mengalami sakit sakitan. Hingga sampai hari H kami pun belum mengantongi izin mengajar di SD tersebut. untuk itu hari pertama dengan harapan yang masih mengambang antara jadi atau tidak jadi mengajar, saya bersama teman yang lain mendatangi gedung sekolah  yang berdiri dengan 6 ruang kelas, satu ruang perpus , satu kantor guru yang terlihat sempit it, dan tampak dari luar sebuah ruang kecil yang kotor tidak teratur, ternyata  itu ruang UKS. Kamar mandi pun terlihat digembok sehingga sebagian siswa laki-laki kencing dibelakang gedung sekolah.
            Sekilas dengan menghela nafas, hati saya berbicara meski tak ada yang mendengarkan. Seakan bebincang dalam sebuah dialog. Bertanya tanpa tau siapa yang akan menjawab. Mengadu tanpa tau siapa yang akan mendengarkan.  Seperti ini kah pendidikan di indonesia, sekolah yang seharusnya menjadi taman impian untuk anak-anak bangsa dengan berjuta impian mereka. Sebuah tempat yang membuat anak merasa nyaman dan betah ketika memasukinya. Sebuah tempat untuk siswa menerima ilmu dengan tenang. Semua itu jauh dari yang dibayangakan.
            Ketika menginjakkan kaki untuk pertama kali nya di gedung itu, saya dan teman teman yang mendapati tugas mengajar di SD disambut dengan  senyum anak-anak pulau garam itu, senyum yang begitu polos penuh impian. melihat keceriaan mereka membuat kami semakin antusias untuk mengajar. Wajah wajah yang begitu lepas dari beban menjadi pemandangan awal masuk sekolah. Setelah berbicara panjang lebar dengan sekretaris sekolah, akhirnya kami diizinkan untuk mengajar di SD tersebut. tak lama kemudian saya dan teman teman segera memasuki kelas kelas yang sudah dibagi sebelumnya.
            Kebetulan saya mendapati bagian kelas 6. Orang orang menyebutnya kelas atas yang merupakan kelas tertinggi dari kelas 1-5.  Kelas yang di dalamnya berisi murid murid dengan pemikiran yang sudah tinggi untuk tingkat sekolah dasar. Saya tercengang  dengan jumlah siswa kelas 6 yang berjumlah mencapai 61 anak dengan menempati satu ruangan yang tidak begitu luas. Hari pertama masuk skolah hampir setengah dari jumlah kelas tidak masuk. Sehingga untuk duduk merka masih bisa berpasangan. Namun ketika semua siswa masuk, mereka harus rela berdesakkan untuk berbagi tempat duduk dimana satu tempat duduk untuk 3 orang.
            Hari pertama saya bersama 2 teman saya isi dengan perkenalan. dengan wajah malu malu karena belum mengenali kami. perkenalan pun kami mulai satu per satu dari siswa yang duduk paling  pojok, namun, berhubung waktu yang terbatas dan jumlah murid yang begitu banyak kami memutuskan untuk dilanjutkan lain kesempatan dan segera kami lanjutkan untuk motivasi, pembentukan struktur kelas dan pembentukan jadwal piket kelas serta sedikit materi tentang puasa.
            11.00 istirahat siang setelah tenaga terkuras, hingga pukul 15.00 adalah  Jadwal mengajar TPA. berhubung anak anak tidak ada yang berminat mengaji bersama kami karena beberapa faktor,salah satunya jarak rumah yang  jauh dan sebagian sudah mengaji ditempat masing – masing , saya yang kebetulan ditunjuk sebagai koord, sie acara sedikit kerepotan untuk menggati jadwal yang telah saya susun.
            Setelah mendapat kesepakatan bersama akhirnya masalah terpecahkan.  pukul 17.30 buka puasa bersama peserta baksos dan dilanjutkan sholat magrib. Karena masih dalam bulan penuh berkah, di bulan ramadhan ini saya berniat untuk tidak melupakan lantunan ayat suci al-qur’an walaupun hanya satu ayat. Meskipun teman teman sibuk dengan tugas nya masing masing saya dengan sebagian teman duduk di sebuah karpet hijau di sebuah mushola milik pak lurah untuk mengaji sembari menunggu waktu adzan isya’ tiba dan mengikuti sholat tarawih bersama warga.
            Hari keempat bertepatan hari jum’at agenda nya adalah seminar “orang tua dan anak soleh” dengan pemateri ibu indah cahyani, dosen ilmu hukum dari UTM. Seminar ini deperuntukkan  anak kelas 5 & 6 dan dihadiri oleh para orang tua nya untuk mendapat pengarahan dari pemateri tentang bagaimana mendidik anak menjadi sholeh sholihah yang berbakti kepada orang tuanya. Memang kesadaran orang tua dalam mendidik anak di desa kato barat sangatlah kurang, apalagi kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk anaknya. Lagi lagi jauh dari yang dibayangan.
Acara seminar dimulai pukul 07.00. Hati ini merasa malu ketika para orang tua datang sebelum pukul 07.00 sedangkan kami yang telah mengundang mereka masih bersantai-santai yang menyebabkan kami telat menuju lokasi. Ternyata mereka sangatlah tepat waktu. Acara seminar  sedikit terhambat dengan keterbatasan bahasa indonesia yang dimiliki warga desa katol barat. Hanya sebagian yang bisa memahaminya, sebagian lagi masih dalam tanda tanya. Meskipun demikian acara berjalan lancar dan mendapat tanggapan baik dari para orang tua murid. 
            Selama 8 hari berada di tengah tengah masyarakat madura menjadi sebuah pengalaman yang mengasankan bagi saya. merasakan hidu berdampingan langsung dengan penduduk Madura secara langsung. bertemu dan saling mengenal mahasiswa dari kampus lain. Dengan sedikit  Bergurau seakan akan mengilangkan segala gejolak, keluh kesah selama menjalankan kegiatan selama baksos berlangsung. meskipun tanggung jawab kami sangatlah banyak saat itu, dengan bermacam celoteh  dari teman teman membuat suasana semakin ringan dan hangat penuh kebersamaan. Agenda-agenda rapat pun berjalan santai tapi serius.
            Tak terasa seiring berjalanya jarum jam, berkat kerja keras dan kekompakan disertai komitmen teman teman FKMB satu per satu jadwal/agenda yang kami rancang sebelumnya terlaksana. Berbagai kekurangan, halangan tak jarang menghampiri kami. Namun,dengan kekuatan bersama seakan tak ada yang tidak mudah. apa yang dilakukan FKMB sebagai niat mulia timbal balik, atas kesadaran bahwa kami mahasiswa bidik misi dapat merasakan perkuliahan karena uang rakyat. Dan kemana lagi bakti kita berikan kalau bukan untuk rakyat. Semoga bermanfaat dan terus menjalin silaturrahmi antar teman, saudara kita se- indonesia serta lebih produktif ke depannya. Amien !
Nikhayatus.s.( anak seberang utara tanah magetan) 24 juli 2013
               

Minggu, 14 April 2013

puisi kerinduan


Salam rindu
Oleh: nikhayatus sholikah*)

Saat terakhir ku menginjakan kaki
Dari  yang sangat berat ditinggali
Meskipun rasa bimbang tercampur dalam hati
Aku tak ingin jauh darimu
Tapi angin kehidupan menghembus
Bertaburan disekeliling  telingaku
Berbisik ria tentang kesuksesan
Aku pun semakin bergejolak
Bak, seorang menghianat akan perasaan sendiri
Tapi lagi lagi bisikan itu sangatlah merayu
Hingga aku benar benar tergoda olehnya
Dengan sebongkah keyakinan
Akan ada imbalan sepadan
Pandangan mata ku pun semakin menjauh
Jauh dari sesosok yang sangat dicintai
Sepanjang hayat ini
Terus, dan semakin jauh            
Bahkan aku menyadarinya
Wajah itu semakin hilang oleh jarak
Salam itu, aku sampaikan pada sebuah tempat
Dengan senyum orang – orang  begitu menawan.
Dear my mom.
By: Nikhayatus sholikah, 14 april 2013
                                     

IBU
Oleh: nikhayatus sholikah*)

Ibu, aku berangkat mencari ilmu
Doa mu selalu aku harapkan
Maafkan anakmu
Yang tak bisa menemani kemana pun yang ibu inginkan
Yang tak bisa menuruti setiap permintaan mu di rumah
Yang tak bisa menyiapkan teh hangat di pagi hari
Yang tak bisa memasakan makanan kesukaanmu
Tapi jangan khawatir ibu,
Ini semua hanya sementara
Setelah segala terselesaikan
Aku akan secepatnya kembali
Dengan buah tangan yang sempat terjanjikan
Ibu jaga kesehatan mu
Supaya aku tetap berada dalam naungan do’amu
Supaya jalanku terang berkat do’amu
Supaya lancar dalam menuntu ilmu
Ibu, sejujurnya aku sangat merindukanmu
Namun, lagi lagi aku harus mengikuti kehidupan ini
Karena aku juga hidup, untuk menjadi orang yang benar benar hidup
Sudah begitu malu untuk  meminta do’a mu ibu !
Karena tanpa aku minta
Setiap hari ibu selalu mendoakan anakmu ini.
Terima kasih ibu !
By: Nikhayatus sholikah, 14 april 2013

Kamis, 21 Maret 2013

STOry in MAGETAN


Bakti IMAMA ( ikatan mahasiswa magetan ) Untuk Magetan

                Setelah berkali – kali mengadakan rapat di alun – alun magetan, survei lokasi serta permintaan izin kepada kepala desa sombo,  Tepat 15 – 17 februari 2013, akhirnya IMAMA melaksanakan bakti sosial yang bertempat di desa sombo kecamatan poncol kab.Magetan. meskipun menemui berbagai kendala, mulai dari dana sponsor, tidak adanya kendaraan, kurangnya komunikasi beberapa anggota, namun kegiatan baksos yang jauhari sudah dilaksanakan bisa berjalan dengan lancar dan sukses.
Berhubung rumah kami sangat berjauhan, hari jum’at pagi pukul 07.00 tanggal 15 berkumpul di perempatan. dengan naik mobil pick up kami lansung berangkat menuju lokasi. dengan jalan terjal, berkelok kelok, serta kemiringan di daerah pegunungan tak terasa sudah sampai lokasi. Setelah turun dari mobil pick up acara pembukaan baksos IMAMA secara langsung dilaksanakan di balai desa dengan dihadiri oleh sekretaris camat, bapak kepala desa beserta jajaran pamong – pamong desa.
 Dengan dibukanya acara dengan bacaan umul kitab pembukaan baksos berjalan lancar dan disambut baik oleh bapak camat maupun penduduk desa sombo. setelah acara pembukaan selesai, dengan disambut kepala sekolah SD sombo, para anggota IMAMA yang berjumlah 12 orang langsung menuju sekolah SD yang kebetulan tidak jauh dari balai desa untuk membagikan seragam gratis pada siswa siswi kurang mampu, mereka sangat antusias dan merasa senang karena mendapatkan seragam baru.
 setelah seragam habis terbagikan, kami langsung menuju bascamp yang sudah disediakan di rumah pak kamituo untuk beristirahat dan makan siang, jadwal selanjutnya pukul 13.30 – 17.00 adalah mengadakan lomba untuk anak – anak TPA. Meskipun baru pertama kalinya melaksanakan lomba, para santri yang berjumlah 33 santri ini sangat bersemangat untuk mengikutinya. Lomba yang dilaksanakan antara lain: lomba adzan, tartil, baca surat pendek, dan hafalan doa sehari hari. Dan Sambutan dari ustadz dan ustadzahnya pun cukup baik, mereka merasa terbantu dengan adanya baksos IMAMA.
 Perlombaan berjalan dengan lancar dan sangat seru, setelah semua lomba terselesaikan kami segera kembali ke bascamp untuk membersihkan diri dan istirahat, pukul 19.00 kami hendak bersilaturrahmi ke rumah para tokoh desa seperti bapak lurah, RT, RW, takmir masjid. Namun hujan menghalangi kita untuk melaksanakanya. Hingga akhirnya kami sekedar beristirahat dan merancang serta merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan esok hari.
 Setelah pagi menjelang diikuti terbitnya matahari di ufuk barat dari pucuk gunung kami menyaksikan betapa menakjubkan ciptaan ALLH swt, seakan kami berapa pada ketinggian tertinggi dengan dimanjakan panorama alam yang subhanallah .. indahnya tiada yang mampu menciptakan salain sang maha Pencipta. Kami pun tak mau melewatkan moment - mement itu dengan mengambil foto bersama untuk dijadikan kenangan kenangan. Setelah puas dengan berfoto kami tidak bisa berlama lama bersenang senang karena kegiatan kami masih banyak yang sudah menunggu , kami bergegas turun dari pucuk gunung untuk sarapan pagi dan sekedar membersikan badan, berhubung disana airnya super dingin saya hanya mandi sehari sekali, hehe.. 
Kegiatan hari kedua  adalah pembagian sembako, mengajar di TPA, dan pengajian pada malam harinya. Pukul 08.00 pagi kami berkumpul di halaman sekolah untuk membagi tugas memberikan kupon sembako kepada penduduk desa yang dianggap kurang mampu. Kupon tersebut diberikan untuk mengambil sembako pada keesokan harinya yang bertempat di balai desa. Saya bersama kedua teman saya, mendapat bagian di dusun sombo yang letaknya sangat berjauhan. mulai pukul 08.00 – 14.30 kami menyusu jalan setapak menyebarangi jembatan kayu, untuk menemukan nama nama dari daftar yang telah diberikan oleh pak lurah, menit menit berlalu, matahari pun mulai beranjak tinggi menyengat tubuh, sehingga membuat saya meringis kepanasan ditambah jalan yang sangat curam dan kemiringan yang cukup melelahkan membuat kaki saya lecet meskipun tidak sampai berdarah namun cukup perih ketika berjalan.
 Setelah naik turun perbukitan kami mampir di sebuah masjid untuk sholat dhuhur dan melanjutkan pencarian lagi hingga pukul 14.30. kami sedikit lega ketika semua kupon telah berada di tangak yang berhak dan kami pun langsung kembali menuju bascamp untuk makan siang dan sekadar beristirahat sebentar. Setelah itu kami menyiapkan segala kebutuhan  pengajian penutupan baksos. Pukul 16.00 sore saya bersama teman teman mengajar beberapa anak untuk ditampilkan pada pengajian nantinya. Berhubung sebelumnya tidak pernah ada acara pengajian di desa setempat, latihan berjalan sangat kaku dan kurang persiapan, namun untuk sebuah kategori pertunjukan dadakan bisa dikatakan lumayan lah.. 
Hingga tiba pada waktunya, pengajian dimulai dengan dihadiri oleh banyak penduduk. Saya terharu, dengan anggota imama hanya  sebanyak 12 orang bisa merangkul semua kalangan penduduk desa sombo. Pengajian berjalan dengan meriah ketika acara pembagian  hadiah untuk lomba di TPA yang dilaksanakan di hari pertama. pada acara inti pun sangat hikmah. Inti pengajian diisi oleh bapak sugeng yang tak lain adalah seorang kyai yang merupakan bapak dari slaha satu anggota IMAMA. Dalam ceramahnya beliau memberikan nasehat berharga kepada kami yaitu “ carilah ilmu sampai ke negeri cina, akan tetapi jangan sampai lupa pada tempat dimana kamu dilahirkan “ .
Bagi saya itu merupakan nasehat yang sangat berharga bagi saya dan teman teman yang juga salah satu pencari ilmu di kota surabaya.  Setelah pengajian ditutup dengan disertai doa. Kami menuju rumah salah satu ustadz untuk makan bersama. Para penduduk di dalam rumah dan kami di teras dengan disertai canda dan tawa dari kami, sepiring nasi soto pun habis, kami shering dan bertukar pengalaman bersama ustadz, beliau memberi kesan  mendukung dari acara yang sudah dimulai sejak hari pertama.
Malam yang semakin larut mengharuskan kami untuk bergegas pulang. Sesampainya dibascamp kami tidak langsung tidur melainkan shering atau sekedar sarasehan bersama dua alumni IMAMA yang ikut menghadiri pengajian. Kesan yang baik dilontarkan dari Mas Thoyib dan Mas Tsalis selaku mantan ketua umum dan wakil IMAMA dulu. Dan beberapa nasehat yang kami dapat dari mereka bahwa” kita harus mencari calon suami ataupun istri seorang pejuang “ menurut saya itu sangat menarik untuk bisa saya realisasikan.
Waktu yang semakin malam membuat mata mengantuk. Shering pun selesai, kami segara tidur untuk melanjukan kegiatan esok hari yaitu jalan sehat yang diikuti oleh seluruh anak SDN sombo, dan pembagian sembako di balai desa yang semuanya berjalan dengan lancar dan penuh semangat.
Setelah acara semua telah rampung dengan nafas lega kami berniat untuk memberikan kenang kenangan kepada TPA dan pak lurah sebuah koleksi album foto. Nemun berhubung kendala tempat printer , kami memutuskan untuk menge-pos kan kenang kenangan tersebut. sesudah itu kami  mampir ke wisata telaga sarangan yang tempatnya tidak jauh dari lokasi baksos untuk jalan2. Setelah capek memutari telaga kami pun  mampir di sebuah warung untuk membeli sate kelinci dan segalas nescafe untuk menghangatkan badan. Waktu semakin sore dan kami belum sholat dhuhur sehingga kami mampir di mushola hotel yang tak jauh dari telaga.
Selesai sholat kami berbelanja oleh oleh dan langsung pulang dengan diantar mobil pak lurah. Sesampainya di perempatan ngariboyo, saya tidak langsung dijemput kakak saya, hingga waktu magrib tiba saya sholat dimasjid terdekat sehabis sholat baru dijemput dan mampir untuk membeli sate di pinggir jalan. Sesampai di tengah perjalanan hujan turun cukup lebat saya dan kakak saya kehujanan dan baju kami pun basah semua, namun saya tetap bersemangat dan merasa senang, senang karena bisa berbagi dengan orang lain.
Salam semangat !
 Nikhayatus Sholikah , MAGETAN 28 feb 2013.